Antisipasi Resiko Kejahatan, Polsek Cisoka Laksanakan Operasi Premanisme

Polsek Cisoka, Polresta Tangerang menggelar operasi premanisme
banner 120x600

TANGERANG, Media-Bhayangkara.co.id – Jenis dan bentuk kejahatan selalu berkembang dari waktu ke waktu seiring dengan dinamika sosial yang berkembang dalam masyarakat. Pola dan modus kejahatan juga kian berkembang sebagai dampak kemajuan teknologi. Menyikapi kompleksitas gangguan keamanan saat ini, Kepolisian Daerah (Polda) Banten gencarkan kegiatan Operasi Premanisme.

Keseriusan mencegah kejahatan dibuktikan jajaran Polsek Cisoka, Polresta Tangerang dengan menggelar operasi premanisme di sejumlah tempat di wilayah hukum Polsek Cisoka. Kapolsek Cisoka AKP Uka Subakti menjelaskan kepada awak media bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi kesempatan terjadinya kejahatan. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Pawas Ipda H Madsari dengan 3 (tiga) personil Polsek Cisoka, Sabtu, (19/01/2019).

Dalam hal pencegahan kejahatan melalui pengurangan kesempatan kejahatan, Polsek Cisoka melakukan antisipasi terhadap resiko kejahatan dan penginisiasian beberapa tindakan untuk menghilangkan atau mengurangi kejahatan itu dengan pendekatan praktis untuk pengurangan dan penahanan kegiatan kriminal, ujar Kapolsek Cisoka AKP Uka Subakti melalui Pawas Ipda H Madsari menerangkan kepada awak media.

Dari hasil operasi premanisme tersebut, petugas mengamankan 2 (dua) orang untuk didata dan selanjutnya kami beri pembinaan agar memahami dan menyadari bahwa kepentingan penciptaan situasi keamanan dan ketertiban umum merupakan tanggungjawab bersama antar warga, antara warga dengan polisi, tambah Ipda H Madsari.

Di tempat terpisah, Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir melalui kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi mengatakan Kepolisian Daerah Banten terus-menerus dalam melaksanakan kegiatan operasi yang ditingkatkan/operasi Cipta kondisi dengan cara Pre-emtif atau kebijakan yang melihat akar masalah utama penyebab terjadinya kejahatan melalui pendekatan sosial, pendekatan situasional dan pendekatan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur Potensi Gangguan agar tercipta keamanan dan ketertiban serta menciptakan ketenteraman warga setempat, pungkasnya.

Untuk meningkatkan kinerja, Kepolisian Daerah (Polda) Banten melakukan pencegahan kejahatan dalam rangka penyelenggaraan keamanan, arah kebijakan dan strategi yang dikembangkan yakni memperkuat pelayanan dengan kualitas pelayanan prima yang tegas dan Humanis, memperkuat Polsek sebagai unit pelayan terdepan, melembagakan Polmas di seluruh desa dan komunitas dalam mendukung pencegahan kejahatan, membangun kemampuan manajemen Kepolisian dalam rangka meningkatkan internal service yang efektif, efisien dan akuntabel, membangun kemampuan leadership Kepolisian di semua strata melalui merrit system berlandaskan paradigma pelayanan untuk mewujudkan public trust dan internal trust dalam kinerja Kepolisian, mewujudkan sistem penghargaan terhadap prestasi kinerja anggota Polisi dan komponen keamanan swakarsa, dan membangun sistem pengawasan dan pengendalian yang objektif dan edukatif dalam rangka mewujudkan manajemen Kepolisian sebagai sub sistem dari good governance dan clean goverment.

Pelaksanaan tugas secara preemtif dan preventif yang didukung dengan sumberdaya yang optimal diharapkan dapat mencegah, menghambat dan menghentikan tindakan pelaku kejahatan yang sedang berupaya atau sedang melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, jelas AKBP Edy.

Selain itu, juga untuk melindungi masyarakat dari ancaman perbuatan atau perbuatan pelaku kejahatan yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian harta benda, sehingga akan terciptanya rasa aman bagi masyarakat. Untuk itu, Kehadiran aparat kepolisian di berbagai tempat sangat dibutuhkan untuk mencegah munculnya gangguan kamtibmas, tambah AKBP Edy Sumardi mengakhiri penjelasannya.

(D.M/MB-BP)