Membangun Optimisme, Karo Multimedia Polri Diskusi Publik Bersama Generasi Indonesia Satu

Diskusi publik Membangun Optimisme di kalangan Milenial yang diselenggarakan oleh Generasi Satu Indonesia
banner 120x600

JAKARTA, BeritaBhayangkara.com – Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Drs.H. Budi Setiawan, M. Si., bersama Generasi Indonesia Satu didampingi Dewan Penasehat Presiden Drs Sidarto Danusubroto. SH dan pakar bioteknologi Lingkungan Dr. Ir. Firdaus Ali. Msc hadir menjadi Keynote Speaker dalam diskusi publik Membangun Optimisme di kalangan Milenial yang diselenggarakan oleh Generasi Satu Indonesia, Minggu (3/2/2019)

Hadir juga sebagai narasumber, pakar bioteknologi Lingkungan Dr. Ir. Firdaus Ali. Msc, Ketua Pemberdayaan Perempuan ICMI Muda DKI Jakarta R.O Fitri, entrepreneur Amir Faisal dan Presiden BEM UI 2017 dan Abang Jakarta 2018 Muhamad Syaeful Mujab.


Generasi milenial diperkirakan menjadi faktor terpenting dalam suatu bangsa dimana masa depan bangsa Indonesia terletak pada pundak pemuda untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

Seperti diketahui, mentalitas anak muda dibiarkan infantilis. Lebih buruknya Generasi milenial sekarang lebih banyak disuguhkan dengan isu tentang nilai Pesimisme untuk Indonesia bahkan oleh sebagian Elit Politik di negeri ini, tentunya menambah lunturnya optimisme pemuda tentang Indonesia dan kian pupusnya semangat sebagian mereka untuk melunasi janji-janji kemerdekaan Indonesia.

Dalam sambutannya Brigjen Pol Drs. Budi Setiawan. MM mengatakan, perkembangannya teknologi yang semakin berkembang pesat menjadikan teknologi memasuki zaman revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan sistem cyber-physical.

“Industri Indonesia mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data atau lebih dikenal dengan nama Internet of things,” jelas Karo Multimedia Polri.

Lanjut Brigjen Pol Budi menjelaskan, Revolusi Industri 4.0 tidak hanya mengubah model bisnis namun mampu merubah perkembangan alat komunikasi menjadi ponsel pintar yang merupakan momentum percepatan revolusi digital.

“Empat pemicu terjadi pendorong digitalisasi teknologi di berbagai sektor yakni pengguna ponsel pintar meningkat, media sosial semakin populer, pengguna data untuk memahami konsumen dan penyatu beragam obyek lewat internet,” ucap Brigjen Pol Budi.

Generasi milenial adalah istilah generasi yang memiliki rentang waktu 17-32 tahun, di Indonesia generasi milenial memiliki ciri khas yakni ketika reformasi tahun 1998 mereka belum lahir atau masih di bawah umur 10 tahun,” jelas Brigjen Pol Budi.

“Pemuda memiliki kualitas intelektual dan kematangan emosi, karena dapat beradaptasi dan bergaul dengan lingkungan disekitarnya sebagai Pelopor Kamtibmas, Pemuda juga dapat menjadi mitra Polisi dengan memberikan informasi tentang gejala kriminalitas atau bahkan telah terjadi tindak kriminal,” ucap Brigjen Pol Budi.

“Konten konten yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi, sara, fitnah dan hoax yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Brigjen Pol Budi.

Kita mencegah adanya dari gangguan yang terjadi pada pilkada yang lalu yaitu money politik, black kampung dan hoax. Hoax ialah bagaimana untuk provokasi , dengan sumber yang tidak jelas,” ucap Jenderal Bintang satu tersebut.

Polri juga menjadi cooling system, Polri terus berupaya memberikan sosialisasi, literasi cerdas bermedia sosial,” imbuh Karo Multimedia Polri.

“Upaya Polri cegah hoax merupakan upaya preemtif dan preventif polri guna memberikan edukasi melalui diskusi para pakar untuk membahas suatu masalah dalam diskusi informal dan santai, ” ucap Brigjen Pol Budi Setiawan.

“Tindakan Preemtif Polri lakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial maupun media online, tindakan Preventif dengan menghimbau agar masyarakat taat aturan hukum yang diatur dalam Undang undang ITE,” kata Brigjen Pol Budi.

“Dengan memahami aturan tersebut, diharapkan dapat menekan ataupun mengurangi pelanggaran yang berakibatkan pada tindakan hukum, terkadang masyarakat baru memahami bahwa dampak dunia maya dapat berimplikasi pada proses hukum apabila terjadi pelanggaran terkait media sosial ataupun media online,” papar Brigjen Pol Budi.

Saya menghimbau kepada pengguna media sosial maupun media online, gunakan media sosial dan media online dengan bijak, benar dan Cerdas, jangan melakukan yang melanggar hukum karena dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat umum,” tutup Karo Multimedia Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Drs. H. Budi Setiawan, M.M.

Pewarta : Manurung

DMans
[better-ads type='banner' banner='53227' ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *