Media-Bhayangkara.com
BERITA FAKTA, TRANSPARANSI, SETIA, SESUAI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW DENGAN FAKTA YURIDIS

~ AD SKY 160x600 ~

~ AD SKY 160x600 ~

Bintang Kejora, Merendahkan Kultur Papua

0 83

Oleh: Albert Ali Wanggai Kabiay
PAPUA, BeritaBhayangkara.com – Bendera ini digunakan untuk wilayah Nugini Belanda dari 1 Desember 1961 hingga 1 Oktober 1962 ketika wilayah ini berada di bawah pemerintahan Otoritas Eksekutif Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNTEA). Bendera Nugini Belanda adalah kombinasi warna Merah Putih Biru ditambah Bintang menyadur dari Warna Bendera Kerajaan Belanda.

Kini, bendera ini biasanya digunakan oleh pendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM). Bendera ini terdiri dari sebuah pita vertikal merah di sepanjang sisi tiang, dengan bintang putih berujung lima di tengahnya. Masa pendudukan Belanda ini adalah Bendera Club Sepak Bola Belanda di Port Numbay sekarang Jayapura.

Organisasi Papua Merdeka (OPM) selalu mengklaim bahwa Bendera Bintang Kejora adalah Simbol KULTUR Orang Papua tentunya ini adalah Pendapat yang sangat keliru, kenapa demikian? Berikut penjelasan Albert Ali Wanggai Kabiay.

Bila disebut sebagai simbol kultural Papua berarti Budaya Papua baru di mulai tahun 1961, ini sangat mengecilkan arti Budaya Papua dan pelecehan terhadap Budaya Papua itu sendiri.

Seni Budaya Papua yang diekspresikan dalam seni lukis dan seni ukir dalam literatur Papua bagi semua suku di seluruh pulau Papua tidak mengenal warna Merah dan Biru. Masyarakat Budaya Papua hanya mengenal warna putih, hitam dan coklat. Baik dalam ornamen ukiran dan patung, lukisan di atas kanvas kulit kayu maupun coret-coretan di tubuh saat tradisi, upacara maupun saat perang.

Simbol religius Papua bagi seluruh suku Papua tidak mengenal lambang Bintang sebagai simbol Ketuhanan. Dan simbol Bintang tidak pernah digunakan dalam literatur Papua di media apapun, baik ukiran, lukisan maupun coretan tubuh. Tapi simbol religius papua banyak menggunakan pohon, binatang dan manusia itu sendiri.

Kultur Papua baik dalam upacara adat, keagamaan maupun dalam peperangan tidak mengenal adanya Bendera, Umbul-umbul dan sejenisnya. Bahkan sebelum tahun 1961 sedikit sekali orang Papua mengenal kain apalagi mengenal Bendera. Bahkan hingga sekarang masyarakat Papua belum bisa menenun atau membuat selembar kain pun.

Faktanya bahwa bendera Bintang Kejora dirancang mengikuti kultur penjajah Belanda, sama sekali tidak mewakili kultur Papua.

Sedangkan Merah Putih mewakili karakter seluruh Bangsa Indonesia apapun suku, agama, ras dan kelompoknya. Merah Putih adalah simbol karakter Bangsa Indonesia yang pemberani namun jiwanya suci. Dalam kodrat manusia, darah yang berwarna merah membungkus tulang yang putih, sedangkan dalam tinjauan alam dan religius, Merah melambangkan matahari sebagai sumber energi, sedangkan Putih melambangkan bulan yang membawa damai dan keteduhan.

Pewarta: Putri

Leave A Reply

Your email address will not be published.