Tingginya Curah Hujan Menghanyutkan Jembatan Gantung Tanjung Keleru

Tingginya curah hujan di wilayah hulu, sungai batang tapan membuat debit air sungai batang tapan menjadi besar dan menghanyutkan sebuah jembatan gantung tanjung keleru
banner 120x600

PESSEL, BeritaBhayangkara.com – Tingginya curah hujan di wilayah hulu, sungai batang tapan membuat debit air sungai batang tapan menjadi besar dan menghanyutkan sebuah jembatan gantung tanjung keleru, kampung tanjung gobah, kenagarian Kampung Tengah, Kecamatan Rahul, Kabupaten Pesisir selatan, provinsi sumatera barat pada hari Jumat, (22/2/2019) kemarin.

Wali Nagari Kampung Tengah Syafii kepada awak media ini mengatakan, Hujan yang terjadi sehabis jumat tadi memang cukup tinggi dan disertai angin kencang serta petir, terus di hulu sungai batang tapan, hujan diperkirakan sangat lebat jadi membuat air sungai batang tapan membesar.


Akibat kejadian tersebut, Jembatan gantung amblas yang diperkirakan panjangnya 80 meter dan dikerjakan tahun 2007 yang lalu, pungkasnya. Dia menuturkan bahwa jembatan gantung tersebut merupakan jalan ekonomi masyarakat ke sawah, kebun, ladang serta jalan pintas dari nagari kampung tengah menuju nagari kubu dan nagari simpang gunung tapan dan kecamatan lunang silaut, ujar Syafii.

Akibat banjir dan derasnya air sungai batang tapan, apa bila tidak ditangani segera akan membawa dampak yang lebih besar lagi, seperti rumah warga yang ada di sekitar sungai juga akan ikut di terjang air sungai batang tapan, di perkirakan ada 4 buah rumah warga yang akan terkena dampak langsung, sebut syafii.

Lanjut syafii, kami sudah melaporkan sebelumnya kepada dinas terkait mengenai kondisi jembatan gantung ini dan baru beberapa hari ini kami dipanggil ke Balai PSDA Propinsi untuk menyampaikan laporan, perihal keadaan kondisi jembatan gantung yang sudahi terkikis dan amblas tersebut.

Lanjut syafii, tim dari dinas kabupaten pesisir selatan yaitu Dinas PSDA, Dinas PU, BPBD, pada hari Jum,at (22/2/2019) kemarin langsung turun ke lokasi jembatan dan melakukan pengukuran, tapi malang 5 menit setelah tim pulang dari lokasi dan menuju ke arah painan jembatan gantuang langsung diseret air sungai batang tapan, jelas wali syafii.

warga Kampung Tengah yang tak mau disebutkan namanya, juga membenarkan bahwa sejak awal sudah diprediksi, apabila terjadi hujan terus menerus tentu akan membuat air sungai batang tapan menjadi besar dan mengakibatkan banjir, kemungkinan besar akan mengakibatkan jembatan akan terbawah arus, karena derasnya air sungai batang tapan.

Ketua Bamus kampung tengah, khairul juga mengatakan kondisi jembatan gantung sebelumnya memang sudah sangat memprihatinkan, karena badan tempat bergantungnya jembatan sudah habis terkikis dan diperkirakan 8 meter sudah habis terbawa arus sungai.

Dia berharap kepada pemerintah setempat untuk segera memperbaiki atau membangun kembali jembatan tersebut, karena jembatan gantung ini merupakan satu-satunya jalan akses bagi petani menuju dan membawa hasil panennya yang di bawah dari sawah maupun kebun, dan juga jembatan gantung ini sebagai penghubung jalan alternatif warga menuju ke dua arah, baik yang dari nagari kubu ke nagari kampung tengah atau ke ke kantor kecamatan rahul maupun sebaliknya, ujar khairul.

Pewarta : Mayadi

DMans
[better-ads type='banner' banner='53227' ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *