banner 160x600
banner 160x600
ADV Space 970x250

Team Mobile Clinic, Layanan Kesehatan Gerak Cepat Satgas Yonif 142

Satgas Yonif Raider 142 jadi bagian solusi pelayanan kesehatan warga dengan membentuk Team Mobile Clinic (TMC) di Belu

BELU, BeritaBhayangkara.com – Keterbatasan sarana dan prasarana di wilayah perbatasan RI-RDTL, mendorong Satgas Yonif Raider 142 jadi bagian solusi pelayanan kesehatan warga dengan membentuk Team Mobile Clinic (TMC) di Belu.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Mayor Inf Ikhsanudin, S.Sos.,MM, dalam rilis keterangannya di Kabupaten Belu, NTT, Kamis (12/09/2019).

Dikatakan Dansatgas, pembentukan TMC tersebut dilakukan mengingat tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggal di perbatasan timur wilayah NKRI masih dikategorikan bertaraf hidup rendah.

“Waktu mereka dihabiskan untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, selain itu dalam hal memperoleh layanan kesehatan yang baik, mereka harus rela menempuh jarak yang jauh,” ujarnya.

“Dari rasa keprihatinan tersebut, Satgas berupaya melihat situasi dan kondisi serta wilayah yang ada, untuk menjadi solusi mengatasi kesulitan yang selama ini dihadapi oleh warga perbatasan,” terangnya.

Menurutnya, TMC bertujuan untuk membantu, mempercepat serta mempermudah masyarakat guna memperoleh layanan kesehatan yang baik, dengan cara mendatangi rumah warga satu-persatu.

“ini upaya Satgas untuk meringankan beban masyarakat terutama dalam pelayanan kesehatan. Kita lakukan dari rumah ke rumah, agar kita juga dapat berinteraksi secara langsung dengan warga,’’ ungkapnya.

“Selain Dokter Satgas Letda Ckm dr. Diggivio Indrianto, terdapat pula Danton Kesehatan Letda Ckm Hendri Dianto serta beberapa bintara dan tamtama yang memiliki kualifikasi kemahiran dibidang kesehatan,’’ pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga Rosa (75) yang langsung mendapatkan pelayanan kesehatan, akibat sakit nyeri pada bagian mulut, menyambut baik kedatangan personel kesehatan Satgas.

“Terima kasih kepada TNI, saya tidak sempat pergi ke Puskesmas karena harus mencari kayu bakar dan bercocok tanam,” terangnya.

“Dengan adanya layanan kesehatan ini, semoga kedepannya dapat terus dilanjutkan, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh lagi ke Puskesmas,” tandasnya.

Pewarta: Ptr